Oleh : Anwar Nasihin
Hakikat manusia dalam pandangan ilmu sosiologi
menurut Agus Comte “ manusia sebagai mahluk yang utuh dan mandiri”. Comte
berpendapat bahwa masyarakatlah yang menentukan individu.tak heran jika dalam
kondisi masyarakat sangat bergantung dengan adanya strata sosial. Disadari
ataupun tidak masyarakat akan memaksa untuk berbuat tindakan yang kotradiksi
dengan etika sosial, sikap seperti itulah yang memicu untuk melakukan
kejahatan,untuk mewujudkan martabat dan keutuhan manusia dibutuhkan pemahaman
yang signifikan tidak hanya memuliakan terhadap kekuatan yang individu dan
segelintir orang yang kuat saja, melainkan membuat situasi baru yang sipatnya
memberikan kontribusi sosial yang sekaligus memberikan dampak terhadap keutuhan
nilai nilai sosial seiring berjalanya waktu.
Hakikat manusia dalam pandangan Islam menurut Al-Qur’an adalah Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal
dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudah sehingga akhirnya
menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh
karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah
Swt. Sedemikian sempurna manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dan manusia
tidak selalu diam karena dalam setiap kehidupan manusia selalu ambil bagian.
Kita sebagai manusia harus menjadi individu yang berguna untuk diri sendiri dan
orang lain. Manusia itu tidak sepenuhnya sempurna, dalam kehidupan yang kita
jalani pasti selalu ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, oleh karena
itu juga membutuhkan bantuan dari orang lain karena manusia adalah makhluk
sosial.
Diantara perbedaan manusia dibandingkan dengan mahluk yang lain
terletak pada akalnya,tidak ada seorang pun yang diberikan manfaat dalam
kelebihan dirinya yang telah diberikan Tuhan tanpa diberikan pula kekurangan
dalam dirinya, maka seyoganya sehebat apapun manusia akan senantiasa
membutuhkan manusia lain untuk menjadi pelengkap hidupnya.maka firman Aloh
didalam Al-Qura’n surat Al-Hujurat:13
yang artinya “Hai mausia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki
laki dan perempuan dan menciptakan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku
supaya saling mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Aloh ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Aloh Maha
mengetahui lagi maha mengenal(QS Al-hujurat(49):13.
Khalifah adalah istilah yang sudah mashur dikalangan umat islam
yang artinya pemimpin di jaman dahulu,secara etimologi kata khaliah di artikan
sebagai pengganti(setelah Muhamad Saw wapat)juga dalam AL-Qura’n manusia
merupakan khalifah Aloh di muka bumi yang diberikan tugas untuk mengurus dan
memberdayakan bumi beserta isinya.Adapun sistem yang di bangun di dalam
kekhalifahaan yaitu “khilafah”yang didalamnya di bangun ideologi yang mengacu
kepada AlQura’n dan Hadits,ijma dan qiyas.
Ada dua hal yang dibedakan dalam sistem kekhalifahan,untuk
mengatur roda pemerintahan di atur oleh kepala Negara,untuk urusan umat dan
kepentingan Agama diatur oleh khalifah maka derajatnya lebih tinggi
dibandingkan dengan kepala Negara karena disamping memiliki kecakapan
pengetahuan juga memiliki kecerdasan spiritual yang yang mencapai derajat
AL-ruhuloh.Maka fatwanya akan lebih ditaati oleh rakyat dan tidak seorangpun
yang akan membantah. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar