Oleh:Anwar Nasihin
Ramadhan
adalah bulan yang di agungkan di antara
bulan yang lainya karena di bulan itu dibukakan nya pintu rahmat dan di lipatgandakanya
pahala,secara etimologi kata Ramadan berasal dari kata”romadho”yang artinya
orang yang sakit mata atau mau buta,jika di analogikan dengan orang yang khusu
dalam membuat momentum di bulan Ramadan tentu mengindikasikan seseorang untuk
menata ulang dan memperbaiki mental,spiritual,dan prilaku.
Dilihat
dari hukumnya puasa di bulan ramadhan adalah wajib, sebagaimana termaktub di dalam
Al-Quran surah Al-Baqarah:185 yang artinya:”Bulan Ramadhan adalah bulan yang
didalamnya di turunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.Karena itu barngsiapa
di antara kamu hadir di bulan itu,maka hendklah ia berpuasa pada bulan itu”...(Al-Baqarah:185).Secara
umum esensi Ramadhan adalah Lailatul Qadar di mana banyak orang menantikan
dimalm itu, dan beribadah hingga mengurangi tidur dengan harapan pahala yang
tak terhingga dan suatu anugrah terbesar akan di turunkan kepada orang yang
hadir di malam laialatul Qadar.
Bahkan di Indonesia Raya ini ada yang melakukan
persembahan dengan dalih shadakoh dengan membawa makanan untuk dibagikan kepada
jamaah yang hadir,budaya seperti itu bukan berarti tidak punya nilai baik,akan
teteapi yang diharapkan pencapaian ibadah di bulan ramadhan tidak cukup
menyentuh nilai budaya saja paling tidak ada dua target nilai iabadah di bulan
Ramadhan:
Pertama melekatnya dimensi intrinsik di setiap
individu yang memancarkan keteguhan hati da fikiran seorang hamba yang
membangun tendensi yang kukuh kuat dengan Raab-Nya hingga tercapai fase totalitas
penghambaan.Yang kedua dimensi ekstrinsik hingga munculnya sikap realistis
dalam berbuat dan berprilaku dalam kehidupan sosial setelah Ramadhan, hingga
mendatangkan kedamaian keindahan dan dan hidup rukun seiring selaras dan
berkepribadian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar