Sabtu, 20 Juni 2015

ESENSI RAMADHAN

 Oleh:Anwar Nasihin


Ramadhan adalah  bulan yang di agungkan di antara bulan yang lainya karena di bulan itu dibukakan nya pintu rahmat dan di lipatgandakanya pahala,secara etimologi kata Ramadan berasal dari kata”romadho”yang artinya orang yang sakit mata atau mau buta,jika di analogikan dengan orang yang khusu dalam membuat momentum di bulan Ramadan tentu mengindikasikan seseorang untuk menata ulang dan memperbaiki mental,spiritual,dan prilaku.
          Dilihat dari hukumnya puasa di bulan ramadhan adalah wajib, sebagaimana termaktub di dalam Al-Quran surah Al-Baqarah:185 yang artinya:”Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya di turunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda.Karena itu barngsiapa di antara kamu hadir di bulan itu,maka hendklah ia berpuasa pada bulan itu”...(Al-Baqarah:185).Secara umum esensi Ramadhan adalah Lailatul Qadar di mana banyak orang menantikan dimalm itu, dan beribadah hingga mengurangi tidur dengan harapan pahala yang tak terhingga dan suatu anugrah terbesar akan di turunkan kepada orang yang hadir di malam laialatul Qadar.
Bahkan di Indonesia Raya ini ada yang melakukan persembahan dengan dalih shadakoh dengan membawa makanan untuk dibagikan kepada jamaah yang hadir,budaya seperti itu bukan berarti tidak punya nilai baik,akan teteapi yang diharapkan pencapaian ibadah di bulan ramadhan tidak cukup menyentuh nilai budaya saja paling tidak ada dua target nilai iabadah di bulan Ramadhan:
Pertama melekatnya dimensi intrinsik di setiap individu yang memancarkan keteguhan hati da fikiran seorang hamba yang membangun tendensi yang kukuh kuat dengan Raab-Nya hingga tercapai fase totalitas penghambaan.Yang kedua dimensi ekstrinsik hingga munculnya sikap realistis dalam berbuat dan berprilaku dalam kehidupan sosial setelah Ramadhan, hingga mendatangkan kedamaian keindahan dan dan hidup rukun seiring selaras dan berkepribadian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar